Kegiatan KKU Unika Soegijapranata oleh Kelompok 13, Gisikdrono

by admin

11 July 2018


Mitra 1

           Kegiatan utama yang dilakukan pada mitra yang berjualan ayam geprek ini adalah pembuatan surat IUMKM (Izin Usaha Mikro Kecil Menengah). Program ini kami rancang dengan tujuan usaha Bapak Raditya yang tergolong baru dapat memiliki IUMKM untuk pengembangan usaha. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan surat-surat yang dibutuhkan dalam pembuatan IUMKM seperi foto, fotokopi kartu keluarga, KTP, dan menguruskan surat keterangan dari RW dikarenakan alamat pada KTP Bapak Raditya berbeda dengan alamat tempat usaha, kemudian dilakukan penyerahan ke kelurahan. Program ini dapat terlaksana dengan baik dengan hasil akhir usaha Bapak Raditya yaitu Ayam Geprek Wisanggeni memiliki IUMKM.

          Kegiatan pendukung pertama ialah pembuatan brosur dan X-banner. Pemasaran dari usaha ayam geprek Bapak Raditya hanya melalui online seperti Facebook dan Instagram. Cara pemasaran tersebut tidak dapat menjangkau semua masyarakat khususnya orang tua yang tidak menggunakan media sosial. Maka tujuan dari program ini adalah melakukan pemasaran melalui media cetak terhadap masyarakat lainnya khususnya orang tua. Kegiatan yang dilakukan ialah membuatkan desain serta mencetak brosur dan X-banner yang berisikan informasi mengenai alamat, menu, media sosial yang tersedia, serta pemberitahuan mengenai dapat dipesan melalui aplikasi ojek online. Selain itu, kami juga melakukan penyebaran brosur di wilayah lain seperti kos di daerah kampus Unika Soegijapranata agar dapat meningkatkan penjualan Ayam Geprek Wisanggeni. Hasil yang diperoleh adalah beberapa masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui Ayam Geprek Wisanggeni mulai mengenal dan beberapa konsumen mencoba memesan melalui aplikasi ojek online.

            Kegiatan pendukung kedua ialah higienitas. Selama menjalankan usaha ayam geprek, Bapak Raditya hanya terfokus pada proses penjualan dan kurang memperhatikan hal-hal lain seperti kebersihan pada rumah makan dan dalam proses produksi. Meja produksi yang digunakan untuk membuat ayam geprek kurang terorganisir dapat memudahkan adanya debu-debu yang dapat masuk ke dalam makanan. Maka kami memberikan edukasi mengenai pentingnya kebersihan pada proses produksi pangan, pemberian keranjang untuk bumbu dapur sebagai wadah bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan geprek dan keranjang untuk ayam goreng untuk menciptakan kerapian pada meja produksi, serta pemberian sarung tangan plastik. Selain itu, edukasi mengenai higienitas juga dilakukan di kelurahan dengan mengundang mitra untuk datang pada acara higienitas yang kami adakan di kelurahan dengan pembicara Ibu Meiliana, S.Gz, M.S. Hasil yang diperoleh adalah meja produksi Bapak Raditya lebih terorganisir dan  Bapak Raditya semakin lebih memperhatikan kebersihan makanannya disamping menjual ayam geprek.

Kegiatan pendukung ketiga ialah peningkatan promosi dengan pembuatan kartu dan stempel. Usaha dari Bapak Raditya yang masih tergolong baru perlu adanya promosi untuk mendorong konsumen datang ke rumah makan dan mencoba produk dari Ayam Geprek Wisanggeni. Kegiatan yang dilakukan adalah mendiskusikan program promosi seperti 5 struk pembelian mendapat 1 porsi gratis ayam geprek kepada mitra, pembuatan kartu promosi serta stempel yang digunakan untuk menjalankan promosi. Hasil yang diperoleh adalah semakin banyak konsumen yang datang dan antusias mengenai promosi yang dijalankan Ayam Geprek Wisanggeni.

            Kegiatan pendukung keempat ialah pemanas makanan. Latar belakang dilakukannya program ini yaitu sistem penjualan dari Ayam Geprek Wisanggeni yang menggoreng ayam terlebih dahulu sebelum adanya konsumen yang datang menyebabkan ayam goreng sudah tidak panas ketika dihidangkan. Hal ini dapat menurunkan tingkat kepuasan konsumen mengenai produk yang disajikan. Maka kami memutuskan untuk membuat pemanas makanan sederhana yaitu memasangkan bohlam lampu pada etalase tempat ayam goreng diletakkan. Hasil yang diperoleh adalah ayam yang telah digoreng terlebih dahulu masih cukup panas ketika dihidangkan pada konsumen.

Kegiatan pendukung kelima ialah inovasi produk. Usaha ayam geprek yang sudah sangat tersebar di kota Semarang dapat meningkatkan persaingan dari usaha ayam geprek mitra. Ayam Geprek Wisanggeni belum memiliki menu ciri khas yang dapat membedakan dengan usaha ayam geprek lainnya. Hal ini dapat menjadi kelemahan dari usaha Bapak Raditya. Maka inovasi terhadap ayam geprek perlu dilakukan untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat serta meningkatkan konsumen. Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan inovasi terhadap sambal yang digunakan dalam ayam geprek. Inovasi yang kami lakukan yaitu dengan membuat ayam geprek sambal matah dan ayam geprek sambal hijau. Hasil yang diperoleh adalah ayam geprek hasil inovasi memiliki rasa yang enak dan mitra mempertimbangkan untuk memasukkan makanan tersebut ke dalam menu usahanya.

Kegiatan pendukung terakhir ialah pengadaan musik. Usaha yang dijalankan oleh Bapak Raditya berlokasi jauh dari jalan besar. Hal ini menyebabkan tempat usaha Bapak Raditya memiliki suasana sepi. Suasana sepi dari rumah makan dapat menurunkan minat dan ketertarikan masyarakat untuk mencoba produk makanan tersebut. Maka dari itu kegiatan terakhir yang kami lakukan yaitu melakukan pengadaan musik dengan memberikan speaker bluetooth yang dipasang pada dinding rumah makan. Hasil yang diperoleh adalah suasana rumah makan Ayam Geprek Wisanggeni tidak sepi lagi dan terciptanya suasana nyaman dan santai.

Mitra 2

            Kegiatan utama yang dilakukan pada mitra yang berjualan donat dan molen ini adalah pengembangan personalitas. Program ini kami rancang karena adanya permasalahan yang kami temui pada Ibu Titik yakni beliau memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah terhadap apa yang beliau kerjakan, ketakutan akan resiko dalam berjualan, serta rendahnya tingkat keinginan untuk mengembangkan usahanya yang lebih besar. Kegiatan yang kami lakukan adalah membangun raport kepada Ibu Titik, mencari permasalahan yang terjadi selama Ibu Titik berjualan donat dan molen, memberikan pandangan nyata secara menyeluruh dengan tujuan agar Ibu Titik memiliki pandangan yang open minded, memberikan ide penyelesaian masalah, dan mendorong Ibu Titik agar tetap optimis, percaya diri, dan berpikir positif dalam melakukan usahanya. Program ini dapat terlaksana dengan baik dengan hasil akhir Bu Titik mau terbuka dan menerima saran kami sehingga beliau berani untuk mengembangkan usahanya dengan salah satunya adalah membuat target disetiap minggunya dalam berjualan.

            Kegiatan pendukung pertama ialah higienitas. Berhubung mitra tinggal di suatu kos maka kebersihan merupakan hal yang sangat penting dalam membuat suatu produk makanan. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan sarung tangan plastik serta menginformasikan kepada mitra bahwa kebersihan dalam makanan harus tetap diperhatikan agar terhindar dari kuman penyakit. Selain itu, edukasi mengenai higienitas juga dilakukan di kelurahan dengan mengundang mitra untuk datang pada acara higienitas yang kami adakan di kelurahan dengan pembicara Ibu Meiliana, S.Gz, M.S. Hasil yang diperoleh adalah setiap kali mitra membuat donat dan molen, beliau mencuci tangan terlebih dahulu dan menggunakan sarung tangan yang kami berikan.        

Kegiatan pendukung kedua ialah inovasi produk. Latar belakang dari dijalankannya program ini adalah mitra hanya memiliki satu jenis rasa dalam pembuatan donat maupun molen dikarenakan beliau memiliki ketakutan jika membuat berbagai rasa, beberapa produk tidak laku. Maka kami mencoba mengajak mitra untuk membuat donat dan molen dengan berbagai rasa yakni coklat, keju, donat gula. Selain itu, donat akan dibuat dalam bentuk donat sate agar pembeli tertarik membeli donat tersebut. Hasil yang diperoleh adalah mitra menjadi semakin mengerti akan pentingnya inovasi produk serta mulai menerima pesanan donat dengan beberapa inovasi seperti donat yang dibentuk menjadi sate atau donat isi.

            Kegiatan pendukung ketiga ialah pembaharuan alat. Beberapa alat yang digunakan oleh mitra dalam membuat donat dan molen sudah tidak layak pakai, maka dari itu kami mencoba memperbaharui alat dengan membelikan alat-alat seperti wajan dengan ukuran yang lebih besar, alat penggorengan, saringan, parutan keju, baskom, toples untuk penyimpanan donat dan molen. Dengan begitu alat-alat ini dapat mempermudah dan mempercepat mitra dalam proses pembuatan produk yang dijual. Hasil yang diperoleh adalah dengan adanya pembaharuan alat, proses produksi mitra lebih efektif dibandingkan dengan sebelumnya.

            Kegiatan pendukung keempat ialah pembukuan keuangan. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan informasi mengenai pentingnya pembukuan keuangan dan mengajarkan kepada mitra mengenai cara pembukuan yang baik dan sederhana. Hasil yang diperoleh adalah setiap kali mitra mendapatkan pesanan, mengeluarkan biaya untuk keperluan pembuatan produk, dan memperoleh keuntungan yang di dapat, beliau langsung menuliskan di buku keuangan agar mitra dapat melihat untung dan rugi dari proses penjualan.

            Kegiatan pendukung kelima ialah pengenalan terhadap teknologi. Tujuan dari program ini adalah mempermudah mitra mendapatkan konsumen yang ingin memesan donat dan molen maupun jajanan pasar lainnya melalui telepon. Kegiatan yang dilakukan ialah memberikan pengertian kepada mitra mengenai betapa pentingnya memiliki nomor telepon yang tidak terus berganti-ganti agar konsumen yang ingin memesan donat maupun molen dapat menghubungi mitra dengan mudah. Selain itu, kami juga melakukan pencarian nomor perdana dengan masa aktif yang panjang agar nomor telepon mitra dapat terus aktif tanpa adanya pembelian pulsa tiap bulannya. Hasil yang diperoleh adalah terdapat konsumen yang memesan melalui nomor yang kami berikan.

            Kegiatan pendukung terakhir ialah pembuatan merek dagang, logo, dan sticker. Usaha yang dijalankan oleh Ibu Titik sudah berjalan sejak tahun 2001. Dari tahun tersebut hingga sekarang mitra belum memiliki merek dagang dan logo untuk dapat memajukan usahanya lebih baik lagi. Maka dari itu kegiatan terakhir yang kami lakukan yaitu menciptakan merek dagang dengan nama “Mbak Donat” dan memberikan logo sesuai dengan identitas pemilik usaha ini. Kami juga membuat stiker yang akan ditempel di kemasan produk dengan mencantumkan merek dagang, logo, dan nomor telepon yang berguna untuk mempromosikan usaha yang dimiliki mitra agar lebih dikenal oleh masyarakat dan konsumen dapat memesan produk dalam jumlah tertentu melalui nomor telepon yang tercantum di sticker. Hasil yang diperoleh adalah produk mitra sudah dikenal dengan merek “Mbak Donat”, selain itu konsumen juga lebih mudah menghubungi mitra dikarenakan nomor telepon sudah tercantum di stiker yang ditempelkan pada wadah untuk berjualan.

 

Video dapat diakses di https://youtu.be/6NKRymv5Ggk