Kegiatan KKU Kelompok 19 Wilayah Kemijen Periode Semester Ganjil 2017/2018

by satgas

18 December 2017


 

 

Gambar 1. Foto Bersama Mitra

Description: E:\Dari Vania\metopen\KKU\1512100981146.jpg

Gambar 2. Hasil Olahan Produk Rempah Rempah Pak Yanto

               

Gambar 3.  Layout Warung Pak Yanto

Gambar 1. :

Foto ini di ambil pada saat pertama kali team KKU Kelompok 19 berkunjung ke rumah Mitra 1 Pak Yanto. Lokasi rumah Bapak Yanto tidak jauh dari gang jalan raya. Rumah ini merupakan tempat dimana rempah – rempah di produksi. Walaupun terlihat kecil namun rumah ini bertingkat dan bangunannya kuat. Lokasi kami berfoto di teras rumah Pak Yanto. Rumah Bapak Yanto terlihat mudah untuk di hafal jalannya. Rumah Bapak Yanto terlihat ramai karena banyak para tetangga yang menongkrong di depan rumah. Tak hanya itu banyak juga pejalan kaki yang lewat di depan rumah Pak Yanto. Teras Pak Yanto cukup luas karena dapat digunakan sebagai tempat parkir becak dan sepeda motor. Rumah Bapak Yanto ketika hujan lebat seringkali terkena banjir dan terkena air hujan yang tempias ke arah rumah Bapak Yanto.

Gambar 2.

Gambar ini memperlihatkan hasil olahan produk rempah – rempah Pak Yanto terdapat 12 macam produk rempah – rempah Pak Yanto antara lain jahe, kunyit, sereai, kayu manis, kayu legi, cengkeh, temu lawak dan lain sebagainya. Proses pembuatan rempah – rempah ini masih menggunakan tekhnik manual dan bergantung pada sinar matahari. Lamanya mengeringkan rempah – rempah selama 2 -  3 hari. Bapak Yanto melakukan pengeringan produk rempah – rempah 1 bulan sekali. Selain menjadi seorang penarik becak Pak Yanto berjualan sambil membuka warungnya di pinggir Jl. Pengapon. Manfaat dari rempah – rempah sangat berguna bagi semua kesehatan tubuh. Cara pemasakan rempah kering tersebut dilakulan dengan cara perebusan supaya aroma dan rasa rempah dapat terasa. Produk olahan rempah – rempah Pak Yanto dikemas dengan plastik yang kedap udara lalu direkatkan dengan alat sealer. Supaya aroma dan rasanya tidak berubah saat di rempah tersebut di  rebus.

Gambar 3.

Gambar terakhir ini menggambarkan layout warung Pak Yanto yang sudah dilengkapi dengan tikar dan penambahan meja lipat. Karena sebelumnya Pak Yanto tidak memiliki tikar dan meja lipat. Tujuannya untuk menyediakan tempat santai untuk pelanggan dalam menikmati hidangan yang disediakan oleh Bapak Yanto. Warung Pak Yanto bukan hak milik Pak Yanto namun Pak Yanto melakukan penyewaan tempat tersebut selama satu tahun. Dengan adanyan penambahan meja dan tikar membuat pelanggan lebih lama singgah saat menikmati hidangan yang disediakan oleh Bapak Yanto. Karena seringkali banyak pelanggan datang untuk menikmati hidangan di warung Bapak Yanto dengan waktu yang lama. Penambahan tikar lebih terlihat bersih.