KEGIATAN KKU SOEGIJAPRANATA - KELOMPOK 31 TAMBAKMULO

by admin

25 July 2018


RESUME KEGIATAN KKU
SEMESTER GENAP TAHUN 2017/2018

NAMA KELOMPOK             : Kelompok KKU 31
LOKASI BINAAN                  : Tambak Mulyo

DAFTAR KELOMPOK          :

Agus Ikin Andi H

14.A1.0066

Mercy Novita A

15.D1.0189

Elsa Elningtyas

15.E1.0016

Rama Andhika G

15.G1.0261

Njoo, Anita Nyoman

15.G1.0068

Yohana Sugiarto

15.I2.0019

 

RINGKASAN

 

Kelompok KKU 31 Wilayah Tambak Mulyo berkesempatan mendampingi dua mitra usaha, mitra 1 kelompok kami adalah Ibu Tri dan mitra 2 adalah Ibu Johana yang kebetulan kedua mitra kami memiliki usaha menjahit. Seperti halnya kelompok lain, kami memiliki program unggulan (program utama) yang dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh seluruh anggota kelompok kami serta program pendukung yang dikoordinasikan oleh masing-masing anggota kelompok.

 

Berikut adalah program yang kami laksanakan untuk Ibu Tri Wahyuningsih, 38 tahun, usaha menjahit (permak baju), antara lain:

Program unggulan kami untuk tempat usaha yang dimiliki Ibu Tri adalah inovasi produk. Program tersebut kami rasa perlu karena Ibu Tri kurang mengeksplorasi atau mengembangkan kemampuan menjahitnya karena selama ini tempat usaha yang beliau miliki hanya sebatas jasa menjahit. Ibu Tri kami dampingi selama pelaksanaan program unggulan inovasi produk dan melalui program kami, Ibu Tri mampu menciptakan tiga macam produk baru yakni bantal, tempat pensil, dan kantung multifungsi.

 

Berikut ini adalah program pendukung pertama pada mitra 1 (Ibu Tri). Kelompok kami melihat ruang kerja bu tri yang cukup sempit dengan memanfaatkan ruang kosong yang ada pada rumahnya. Tataan peralatan kerjanya seiring kali berubah untuk mendapat posisi kerja yang enak dan banyaknya perabot di ruang kerja, sehingga kelompok kami mendesain layout tata ruang dan menambahkan lemari untuk kenyamanan saat kerja dan tempat penyimpanan kain – kain untuk menambah luasan ruangan dengan mengkonfirmasikan kepada mitra pola tata ruangan tersebut. Dengan begitu, ruangan yang sempit bisa lebih di maksimalkan di manfaatkan untuk kerja menjahit.

 

Program pendukung kedua pada mitra 1 yaitu meningkatkan kualitas produk dengan penambahan peralatan operasional untuk usaha milik Ibu Tri dengan pengadaan beberapa alat jahit seperti gunting, kapur jahit, jarum jahit, benang, oli mesin agar dapat mendukung Ibu Tri dalam melakukan pekerjaannya atau dalam usaha yang di jalankannya. Ibu Tri sebagai pemilik usaha pada awal pelaksanaan KKU kurang memiliki peralatan yang mendukung pada saat bekerja atau melakukan pekerjaannya yang dapat membuat proses bekerja selesai dengan tepat waktu dan rapi. Menurut kami perlu memiliki perlengkapan yang mendukung untuk membantu dalam menyelesaikan pekerjaannya. Lalu kami melihat dan membantu pada saat kunjungan KKU dan kami meberikan alat bantu yang menurut kami itu penting dan mendukung dalam usahanya .

 

Program pendukung ketiga pada mitra 1 merupakan edukasi mengenai Nomor IUMK yang disertai dengan pembuatan Nomor IUMK tempat usaha milik Ibu Tri. Ibu Tri sebagai pemilik usaha menjahit pada awal pelaksanaan KKU memiliki persepsi yang salah mengenai kepemilikan Nomor IUMK sehingga edukasi seputar Nomor IUMK kami rasa perlu terlebih jika ingin usaha yang dimiliki Ibu Tri berkembang. Berdasarkan temuan tersebut, kami melaksanakan program edukasi mengenai Nomor IUMK kepada Ibu Tri. Setelah meluruskan persepsi Ibu Tri mengenai kepemilikan Nomor IUMK melalui edukasi yang kami lakukan, kami membantu Ibu Tri dalam pendaftaran Nomor IUMK hingga pada akhirnya Ibu Tri memiliki Nomor IUMK dan mengerti kewajiban serta hak yang dimiliki oleh pemilik Nomor IUMK.

 

Program pendukung yang keempat pada mitra 1 yang bertempat dirumah Ibu Tri adalah program pembukuan, dimana sebelum menjalankan program pembukuan ini kami telah memfasilitasi mitra yaitu sebuah buku yang dapat digunakan untuk menjalankan pembukuan, serta  memberikan penjelasan pada mitra mengenai pembukuan secara garis besarnya dan pada akhirnya setelah mitra paham mitra dapat menjalankan pembukuan dengan baik dan benar. Harapannya dari program ini dapat mengetahui secara jelas berapa pengeluaran, pendapatan, dan keuntungan yang didapat tiap bulan hasil dari program pembukuan ini.  

     

Program pendukung kelima untuk mitra 1 yakni pembuatan MMT, guna meningkatkan sarana pemasaran produk untuk Mitra 1 kami bernama Bu Tri, dimana sebelum mengikuti KKU, didepan rumah beliau yang sekaligus sebagai tempat usahanya belum tersedia MMT yang merupakan hal utama jika ingin memasarkan usaha. Maka atas dasar temuan masalah ini, kami memutuskan untuk membuatkan beliau MMT dengan ukuran 160 cm x 50 cm sesuai dengan keinginanya. Hasil dari pelaksanaan program ini, sekarang dirumah Bu Tri sudah terpasang jelas dari ujung jalan menghadap rumah Bu Tri, terdapat MMT dengan desain yang menarik dan mudah dibaca oleh Pembeli.

 

Program pendukung keenam pada mitra 1 adalah menambahkan identitas produk berupa labeling dan packaging atau kemasan untuk produk jahitan. Program ini kami pilih dengan tujuan untuk membantu usaha Ibu Tri menjadi semakin berkembang. Selain itu dengan adanya labelling yang terdapat nomor telepon beserta alamat dari Ibu Tri maka akan memudahkan konsumen menghubungi Ibu Tri sedangkan untuk kemasan itu sendiri bertujuan supaya produk dari Ibu Tri menjadi lebih menarik dan rapi. Harapannya Ibu Tri dapat meneruskan usahanya tidak hanya menerima jasa jahit dan permak namun juga menjualkan produk hasil karyanya sendiri dan dapat memanfaatkan sebaik mungkin kemasan dan labelling yang kelompok kami berikan.

Berikut adalah program yang kami laksanakan untuk Ibu Johana, 65 tahun, usaha menjahit:

Program unggulan atau program utama kami untuk Ibu Johana adalah pengembangan produk hasil jahit Ibu Johana. Berdasarkan hasil observasi kami, produk yang dimiliki Ibu Johana kurang up to date dan konsumennya hanya orangtua di sekitar Tambak Mulyo padahal di wilayah Tambak Mulyo masih banyak remaja dan Ibu Johana pun terkadang pergi ke Puskesmas Tambak Mulyo yang notabene pekerja di Puskesmas tersebut masih banyak yang berusia remaja hingga dewasa muda. Kami berinisiatif untuk mengadakan program inovasi produk berupa produk totebag di tempat usaha Ibu Johana dan selama proses inovasi produk tersebut kami menjelaskan dan mendampingi dalam pengarahan penjualan produk baru yang dihasilkan. Selama kami melaksanakan KKU, totebag yang dihasilkan Ibu Johana beberapa sudah dibeli konsumen sehingga Ibu Johana harus membuat beberapa totebag kembali.

 

Program pendukung pertama, saat kunjungan ke rumah bu Johana dengan luasan rumah ± 27m2, rumah tinggal yang minimalis dan di fungsikan sebagai tempat kerja pada sisa ruangan sekitar ± 9 m2. Terdapat banyak perabot yang bercampur bahan - bahan seperti kain yang memenuhi ruang kerja dengan kondisi sedikit kurang tertata. Maka dari itu, sangat dibutuhkan tata ruang kerja bu Johana dengan salah satu alternatif menata ulang dan memberikan meja dengan kapasitas dapat menampung perabot sehingga dapat menambah luasan ruangan dan memaksimalkan ruangan yang sempit.

 

Program pendukung kedua menambahkan identitas produk Ibu Johana. Progam penambahan identitas produk mitra dirasa perlu karena Ibu Johana memberikan identitas pada setiap produk yang dibuat. Menambahkan identitas produk Ibu Johana berupa pembuatan logo baru, pembuatan labelling, dan pembuatan katalog produk. Pembuatan logo labelling untuk produk, pertama kami mendesain logo terlebih dahulu dan selanjutnya kami menunjukan kepada Ibu Johana. Pembuatan katalog ini dilakukan karena adanya penambahan produk baru serta kami menambahkan harga jual pada setiap produk sehingga pelanggan langsung mengetahui harga barang yang akan dibeli atau di pesan.

 

Program pendukung ketiga merupakan coaching untuk meningkatkan motivasi kerja Ibu Johana. Program coaching dirasa perlu karena Ibu Johana mengeluhkan tentang rasa jenuhnya ketika menjalani usaha menjahit yang dimilikinya sejak lama. Proses coaching kami laksanakan selama kami melaksanakan kunjungan dengan cara pemberian referensi kepada Ibu Johana mengenai usaha yang mampu beliau lakukan untuk mendukung motivasi kerja beliau. Ibu Johana mengalami perubahan motivasi kerja yang cukup nampak ketika pelaksanaan KKU kami hampir mendekati masa akhir kunjungan. Ibu Johana menciptakan produk baru sesuai dengan inisiatif dan kemampuan yang beliau miliki yakni inovasi produk berupa bawang hitam yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Motivasi yang beliau tunjukkan, kami dukung dengan pemberian fasilitas berupa packaging dan labelling untuk produk baru Ibu Johana.

 

Program pendukung keempat pada mitra dua yang bertempat dirumah Ibu Johana adalah program pemberian meja, dimana pengadaan meja ini sesuai dengan apa yang diminta oleh mitra, sebelum melaksanakan program inipun kami bersama-sama telah melakukan perkiraan penataan ruang yang tepat serta pengukuran ditempat mitra, baru kemudian kami melakukan pemesanan meja tersebut. Pembuatan meja tersebut berjangka 1 minggu setelah melakukan pengukuran dan perkiraan penataan ruangnya. Bu Johana mengatakan sendiri dimana masih kesulitan dalam melaksanakan pekerjaan menjahitnya karena beliau meja yang beliau meiliki terlalu rendah. Melihat permasalahan tersebut kelompok kami setuju untuk mengganti dan memfasilitasi meja untuk Ibu Johana. Dengan pemberian meja ini diharapkan mampu memberikan dan membantu Ibu Johana dalam melakukan pekerjaannya.

 

Program pendukung kelima pada mitra kedua kami bernama Bu Johana adalah Pembukuan untuk keuangan usaha mitra, guna mengetahui berapa keuntungan yang bisa diterima oleh mitra, jika penjualan selama KKU ini habis terjual, dan bermanfaat bagi mitra kami untuk menambah semangat dalam bekerja, dan tidak hanya sekedar berpikiran hidup hanya untuk hari ini saja, karena masih ada hari esok yang harus ditentukan oleh beliau pada hari ini. Meskipun setiap bulannya mitra mendapatkan uang dari keluarganya sebanyak Rp 500.000, namun jika dihitung dengan keperluan hidupnya saja, uang tersebut sangat press sekali dan tidak ada yang bisa disisihkan untuk ditabung, jadi kami harap dengan pembukuan keuangan yang telah dibuat ini dapat bermanfaat bagi mitra, berkeinginan untuk menabung mulai sekarang, dan memikirkan keuangannya untuk hari esok. Berikut hasil pembukuan yang dibuat oleh penanggung jawab program pendukung pada mitra.

 

Program pendukung keenam pada mitra 2 adalah meningkatkan sarana pemasaran yang berupa pembuatan MMT dan sticker. Program ini diajukan karena usaha milik Ibu Johana sendiri belum memiliki tanda fisik sehingga orang yang melewati rumah Ibu Johana tidak mengetahui usaha yang beliau jalankan. Selain itu, pada program ini kami juga membuatkan sticker yang tercantum nomor telepon dan juga lokasi tempat usaha dari Ibu Johana sehingga konsumen akan lebih mudah untuk menghubungi Ibu Johana. Setelah program ini berjalan, setiap orang yang melewati rumah Ibu Johana, mengetahui bahwa terdapat usaha jahit yang bernama Johana Tailor. Semua kegiatan yang ada pada program ini berjalan dengan cukup lancar dan semoga setelah program KKU ini selesai usaha dari Ibu Johana dapat terus berkembang.