KEGIATAN KKU SOEGIJAPRANATA - KELOMPOK 29 TAMBAKMULYO

by admin

25 July 2018


RESUME KEGIATAN KKU
SEMESTER GENAP TAHUN 2017/2018

 

NAMA KELOMPOK             : Kelompok KKU 29
LOKASI BINAAN                  : Tambak Mulyo RT 002/13 (Sarapan Pagi)

                                                : Tambak Mulyo RT 006/13 (Ikan Asap)

DAFTAR KELOMPOK          :
13.11.0065      – Martinus Sandy Graha P
15.G1.0181     – Aldrino Keenan Basuki
15.E1.0022      – Lydia Alicia Dorea Witjaksono
15.G1.0091     – Theresia Anindita Permana
15.I2.0020       – Tjan, Cecilia Meilani Anggun K.
15.D1.0236     – Winda Anastasia

RINGKASAN

            Kelompok KKU 29 mendapatkan 2 mitra dalam bidang makanan yaitu sarapan pagi yang dimiliki oleh Ibu Khamidah serta ikan asap yang dimiliki oleh Ibu Niah. Pada hasil observasi kami, keduanya memiliki masalah utama yang sama, yaitu pemasaran. Dalam hal pemasaran, kedua mitra belum memiliki media pemasaran yang berupa MMT sehingga masyarakat belum tau mengenai jenis usaha yang dimiliki oleh kedua mitra kami. Maka, kelompok KKU 29 memiliki program unggulan yaitu “Peningkatan Upaya Pemasaran”. Program meliputi berbagai kegiatan pada masing – masing mitra. Pada mitra sarapan pagi, program peningkatan upaya pemasaran meliputi pembuatan MMT, penambahan tanda open-lose, serta X-Banner untuk media promosi pada saat Expo KKU. Penambahan MMT pada sarapan pagi bertujuan untuk memberikan “nama” bagi mitra sekaligus mengenalkan mitra produk apa saja yang dijual oleh mitra tersebut. Penambahan tanda open-close bertujuan untuk memberikan tanda bagi warung makan Ibu Khamidah apakah warung buka atau tutup. Hal ini berguna bagi masyarakat agar dapat melihat warung Ibu Khamidah buka atau tutup.

            Pada mitra sarapan pagi, kelompok KKU 29 memiliki 6 program pendukung. Pertama, pengadaan sarana pelayanan, dimana program ini dilakukan karena mitra kami belum meiliki sarana pelayanan bagi para pembeli nya berupa meja. Maka, kelompok kami melakukan pengadaan sarana pelayanan dengan adanya pengadaan meja makan pada warung makan Ibu Khamidah. Pada program ini terdapat 3 tahapan yang dilakukan yaitu (1) mengukur panjang dan lebar meja yang dibutuhkan, (2) memesan meja secara online, (3) memberikan meja pada mitra. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra sekarang ini sudah memiliki meja sendiri tanpa harus meminjam lagi kepada tetangganya. Meja tersebut sangat berguna bagi mitra khususnya bagi para pelanggan warung makan Ibu Khamidah.

            Program kedua dari mitra sarapan pagi adalah peningkatan efisiensi operasional usaha. Kelompok KKU 29 memilih program ini karena mitra kami cukup kesulitan dalam melayani pelanggan khususnya dalam menyediakan minuman. Mitra kami melayani para pelanggan secara sendiri sehingga cukup sulit ketika harus melayani dalam menyediakan makanan ataupun minuman. Selain itu, alat operasional yang digunakan untuk membuat minuman kurang memadai sehingga membutuhkan waktu lama dalam menyediakan minuman bagi pelanggan. Program ini dilakukan dengan pengadaan dispenser. Program ini memiliki 3 tahapan yaitu (1) mendiskusikan mengenai jenis dispenser yang akan dipilih, (2) melakukan survey harga dan kualitas dispenser dan (3) membeli dan memberikan dispenser ke mitra. Hasil program ini adalah mitra sudah tidak kesulitan lagi dalam menyediakan minuman dan lebih cepat dalam menyajikan minuman bagi para pelanggan.

            Program ketiga dari mitra sarapan pagi adalah pengadaan sarana operasional. Kami melaksanakan program ini karena kami melihat bahwa etalase yang digunakan oleh mitra kami tidak ada kain penutup etalase, sehingga makanan yang disajikan dibiarkan terbuka dan terkesan tidak higienis. Maka, kelompok KKU 29 melaksanakan program ini dengan pengadaan kain penutup pada etalase. Program ini meliputi 3 tahapan yaitu (1) mengukur panjang dan lebar kain penutup etalase yang dibutuhkan, (2) melakukan survey harga dan kualitas barang , dan (3) membeli kain penutup etalase serta pemasangannya. Hasil dari program ini adalah warung makan Ibu Khamidah lebih terkesan higienis sehingga makanan yang disajikan terhindar dari binatang.

            Program keempat dari mitra sarapan pagi adalah pembukuan. Kelompok kami melaksanakan program ini, karena mitra kami tidak melakukan pencatatan mengenai pendapatan dan pengeluaran sehingga mitra kami tidak mengetahui berapa laba yang didapat setiap bulannya. Maka kelompok kami melaksanakan program ini dengan pelatihan pembukuan sederhana kepada Ibu Khamidah. Program ini meliputi 3 tahapan yaitu (1) mendata pendapatan dan pengeluaran (2) mendata kebutuhan usaha dan (3) memberikan pelatihan sederhana mengenai pentingnya membuat pembukuan sederhana secara bulanan. Hasil dari program ini adalah mitra rutin melakukan pencatatan setiap hari nya dan dapat mengetahui berapa laba yang didapat pada usahanya.

            Program kelima dari mitra sarapan pagi adalah pengembangan menu. Kelompok kami melaksanakan program ini karena kami melihat bahwa mitra kami belum memiliki variasi menu. Pada awalnya, kami menawarkan variasi menu yang setiap hari nya bermacam – macam. Namun, mitra kami menolak variasi tersebut karena mitra kami tetap menggunakan menu yang sebelumnya. Tetapi, mitra kami ingin belajar bagaimana membuat ayam geprek yang nantinya akan ditambahkan pada menu makanannya. Dalam program ini terdapat 3 tahapan yaitu (1) trial menu ayam geprek aneka level , (2) pemberian sarana produksi ayam geprek dan (3) mengajarkan proses produksi ayam geprek pada mitra dari tahap ke tahap. Hasilnya, mitra sudah bisa membuat ayam geprek dengan aneka level.

            Program keenam dari mitra sarapan pagi adalah pengadaan sarana produksi dan operasional. Kelompok kami melaksanakan program ini karena mitra kami ingin menambahkan menu soto ayam. Dengan adanya penambahan menu dibutuhkan sarana produksi dan operasional yang mendukung untuk membuat soto ayam. Maka, kelompok kami melakukan program ini dengan pengadaan panci soto. Dalam program ini terdaoat 3 tahapan (1) melakukan survey harga panci soto , (2) membeli panci soto, dan (3) memberikan panci soto pada mitra. Hasil dari program ini adalah panci yang kami beri ini digunakan untuk membuat soto.

            Mitra kedua kami yaitu ikan asap. Mitra ikan asap ini memiliki masalah utama yang sama yaitu pemasaran. Kelompok kami memiliki program unggulan “Peningkatan Upaya Pemasaran” dengan kegiatan : penambahan MMT, pembuatan X-Banner, serta memasukkan lokasi usaha mitra ikan asap ke Google Maps. Hasil dari program unggulan kami adalah mitra ikan asap sudah memiliki tanda pengenal pada tempat usahanya berupa MMT serta sudah terdaftar lokasi usaha tersebut ke dalam google maps sehingga usaha ikan asap dapat dikenal secara luas oleh masyarakat.

            Pada mitra ikan asap, kelompok KKU 29 memiliki 6 program pendukung. Pertama, pengadaan sarana penjualan. Program ini kami lakukan karena mitra kami hanya berjualan dengan menggunakan papan yang hanya diletakan diatas kedua ember. Maka, kelompok kami melakukan program tersebut dengan pengadaan meja lipat. Tujuannya, agar meja lipat ini dapat dipindahkan kemana saja pada saat berjualan. Program ini memiliki 3 tahapan, (1) mengukur kebutuhan meja sesuai dengan kebutuhan mitra, (2) melakukan survey harga meja lipat dan (3) memberikan meja lipat pada mitra. Hasil dari program ini adalah mitra memiliki meja untuk berjualan ikan asap maupun aneka seafood fresh lainnya dan bisa dipindahkan sesuai tempat berjualan Ibu Dayah.

            Program kedua kami adalah pembukuan. Program ini dilakukan karena mitra kami tidak ada pencatatan pendapatan, pengeluaran serta piutang sehingga tidak mengetahui berapa laba yang didapat serta piutang yang dimiliki oleh mitra kami. Akibatnya, banyak piutang tak tertagih pada mitra kami karena tidak adanya pencatatan. Maka, kelompok kami melakukan program pembukuan dengan pelatihan program pembukuan secara sederhana. Program ini memiliki 3 tahapan (1) membelikan perlengkapan pembukuan, (2) mengenalkan konsep pembukuan dan (3) mengajarkan pembukuan pada mitra. Hasilnya, mitra melakukan pembukuan secara rutin dan sudah mengetahui berapa laba yang didapat.

            Program ketiga kami adalah pengembahan pengemasan produk. Program ini dilakukan karena produk mitra kami hanya dikemas dengan kantung plastik biasa dan dilapisi koran sehingga terkesan kurang higienis. Selain itu, belum ada label makanan pada produk mitra kami sehingga kelompok kami melakukan program tersebut. Program ini memiliki 4 tahapan, (1) melakukan survey harga plastk pengemas, (2) membeli bahan pengemas plastik zip (3) membuat desain label usaha Ibu Dayah, (4) mencetak label dan memasangnya pada pengemas. Hasilnya, mitra kami mengemas produk dengan menggunakan plastik zip lock sehingga terkesan higienis dan adanya penambahan label makanan pada produk mitra kami.

            Program keempat kami adalah pengadaan sarana produksi. Program ini dilakukan karena kelompok KKU 29 memiliki program optimasi umur simpan produk dengan inovasi. Maka, dibutuhkan sarana produksi, salah satunya berupa timbangan. Timbangan ini nantinya akan berguna untuk mengukur berat dari masing – masing produk tersebut sehingga memiliki berat yang sama. Program ini memiliki 2 tahapan yaitu (1) melakukan survey harga timbangan dan (2) membeli timbangan dan memberikan pada mitra. Hasil dari program ini adalah mitra memiliki sarana produksi berupa timbangan dan berguna untuk membantu dalam mengukur berat isi dari produk tersebut.

            Program kelima kami adalah optimasi umur simpan produk. Program ini dilakukan karena kelompok KKU 29 melihat terdapat ikan asin yang hanya dibiarkan terbuka karena tidak laku. Maka, kelompok kami berinisiatif untuk melakukan inovasi dari ikan asin tersebut menjadi abon. Namun, mitra kami tidak pernah produksi ikan asin karena keterbatasan ikan yang didapat sehingga kelompok kami hanya menggunakan ikan tiga waja yang masih dalam keadaan fresh. Program ini memiliki 3 tahapan, (1) melakukan uji coba pembuatan dan penentuan standar resep abon ikan, (2) menentukan umur simpan abon ikan, dan (3) mengajarkan secara lisan proses produk abon ikan tiga waja. Hasilnya, mitra kami memiliki produk baru yaitu abon ikan tiga waja, namun kelemahannya adalah jarang adanya ketersediaan ikan sehingga tidak bisa setiap hari diproduksi.

            Program keenam kami adalah pembaharuan alat produksi. Program ini dilakukan karena kelompok kami melihat alat yang dimiliki oleh mitra kami sudah berkarat dan tidak layak pakai. Maka kelompok kami melakukan pembaharuan alat produksi dengan pembaharuan pisau, tampah, talenan kayu serta capit. Program ini memiliki 2 tahapan yaitu (1) mencari penjual pisau, talenan dan capit dengan harga ekonomis (2) membeli peralatan dan memberikannya pada mitra. Hasilnya, mitra kami memiliki alat yang layak pakai dan bisa mempermudah Ibu Niah dalam memproduksi ikan asap.