KEGIATAN KKU SOEGIJAPRANATA - KELOMPOK 28 TAMBAKMULY

by admin

25 July 2018


RESUME KEGIATAN KKU
SEMESTER GENAP TAHUN 2017/2018

NAMA KELOMPOK             : Kelompok 28

LOKASI BINAAN                  : Tambak Mulyo

DAFTAR KELOMPOK          :


15.D1.0322                 Hendra

15.D1.0289                 Meriana Merinis Gulo

15.E1.0023                  Ong Gwen Natasha

15.G1.0098                 Maria Regina

15.I2.0021                   Agustine Maya Hallis

15.N2.0012                Oh Daniel Kurniawan Saputra

 

RINGKASAN - MITRA 1 - AYAM GEPREK IBU SUMARTI

           

            Mitra pertama kami yaitu Ibu Sumarti, beliau mempunyai warung yang menjual ayam geprek. Pada mitra pertama kami ini, kami memiliki 9 program, yang terdiri dari 1 program utama, 2 program pendukung, dan 6 program individu. Program utama dan program pendukung merupakan tanggung jawab tim KKU kelompok 28 Tambak Mulyo, dan keenam program individu merupakan tanggung jawab masing-masing anggota kelompok 28.

 

            Program utama kami yaitu memberikan keamanan dan kenyamanan usaha. Disini kami merenovasi warung Ibu Sumarti, yang letaknya di depan menjadi di dalam ruangan. Hal ini dimaksudkan supaya lebih efisien dalam berjualan, karena jika saat akan berjualan beliau harus mengeluarkan semua keperluan berjualannya dan saat tutup harus memasukkan satu persatu. Jika hujan pun akan terkena hujan juga. Pertama kali kami membersihkan ruang yang tidak terpakai dari sampah sampah dan barang yang tidak terpakai, lalu kami mencari bahan bahan di toko bangunan. Bahan bahan yang kami butuhkan seperti pasir, semen, terpal, dan keramik. Setelah kami mendapatkan barang yang diperlukan, maka bisa langsung dimulai proses renovasi ini. Renovasi ini tidak memakan waktu yang lama, hanya 3 hari. Warung ibu Sumarti sekarang menjadi lebih baik, lebih rapi, lebih efisien juga saat beliau akan berjualan.           

                         

            Program pendukung kami yang pertama yaitu mengelola tata letak atau layout. Warung Ibu Sumarti bisa dikatakan tidak rapi. Kami mulai merapikan alat-alat yang ada setelah program utama kami yaitu renovasi. Warung ibu Sumarti terlihat lebih rapi dan lebih enak dipandang setelah kami merapikan barang-barangnya.

 

            Selanjutnya, program pendukung kami yang kedua, yaitu pengembangan operasional usaha. Dalam program ini, kami memberi beberapa peralatan dan perlengkapan untuk Ibu Sumarti, dikarenakan alat-alat memasak dan beberapa perlengkapan beliau sudah tidak layak pakai. Seperti icebox, beliau hanya memiliki 1, maka dari itu penyimpanan ayam dan es batu (untuk membuat jus atau minuman) akan dijadikan satu. Blender yang beliau punya sudah konslet (mengeluarkan api) jika akan dipakai. Etalase yang sangat kecil dan digunakan untuk buah-buahan dan ayam yang akan dijual. Setelah program kami ini berjalan, beliau memiliki peralatan dan perlengkapan yang baru dan layak pakai.

 

            Program individu kami yang pertama yaitu membuat IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil). Hal ini dimaksudkan supaya usaha ayam gepek milik Ibu Sumarti terdaftar dalam usaha mikro kecil, dan diberi kemudahan jika ingin mengembangkan usahanya dengan cara diberi pinjaman. Dalam proses pembuatan IUMK ini, tidak bisa dalam 1 kali kunjungan, karena harus bertemu bapak RT dan RW untuk meminta surat pengantar, lalu ke kecamatan, kemudian ke kelurahan. Setelah IUMK selesai, kami menyerahkan pada beliau, dan beliau sangat senang dikarenakan beliau sangat ingin memiliki IUMK tapi tidak paham untuk mengurusnya. Dengan adanya IUMK ini, kami berharap agar Ibu Sumarti bisa lebih mengembangkan usaha ayam gepreknya dan dapat dimudahkan ketika mengikuti ekspo yang diadakan oleh pemerintah sehingga pendapatan yang beliau dapatkan bisa lebih maksimal lagi.

 

            Program individu kami yang kedua adalah meningkatkan media promosi sehingga produk dikenal oleh masyarakat yaitu dengan cara pengadaan MMT. Program kami ini tidak bisa dilakukan 1 kali kunjungan saja, kami melakukan nya 2 kali. Pada kunjungan pertama kami menentukan desain, ukuran, dan nama yang diinginkan oleh beliau. Lalu kami memproses dan menunggu desain, setelah semua selesai maka kami memasang MMT di depan rumah beliau.

 

            Program individu kami yang ketiga adalah sosialiasi higienisasi dalam proses produksi. Hal ini dimaksudkan untuk mengajarkan beliau tentang kebersihan saat proses produksi ayam geprek, karena yang kami lihat, Ibu Sumarti tidak memperhatikan higenitas proses produksi. Beliau tidak mencuci tangan saat akan memberi bumbu dan tepung pada ayam, padahal sebelumnya beliau juga memegang uang uang konsumen yang membayar. Maka kami mengajarkan beliau untuk mencuci tangan sebelum memasak dan memberi bumbu pada ayam dan menggunakan plastik tangan agar tidak menimbulkan kontaminasi. Dengan adanya program ini diharapkan Ibu Sumarti lebih memperhatikan higenitas proses produksi sehingga makanan yang dihasilkan tidak menimbulkan penyakit bagi konsumen yang mengkonsumsinya.

           

            Program individu kami yang keempat yaitu pengembangan mental. Pengembangan mental disini dimaksudkan untuk memberikan beliau motivasi, dan program ini tidak bisa dilakukan hanya 2 hingga 3 kali. Hampir setiap kami kunjungan kami akan menyelipkan program motivasi ini. Beliau sangat kurang motivasi nya dalam bekerja, dikarenakan beliau adalah tulang punggung keluarga, suami hanya bekerja jika ada panggilan ( kuli bangunan ). Hal inilah yang membuat beliau kadang lelah, capek, dan bosan. Jika beliau sudah merasakan hal tersebut, beliau jadi malas untuk membuka warung gepreknya, ditambah lagi beliau hanya berjualan sendirian, tidak memiliki pegawai lain untuk membantunya. Disini kami memberi motivasi dengan cara fokus pada tanggung jawab beliau, dan perilaku beliau masa sekarang sesuai dengan teori psikologi berdasarkan tokoh bernama William Glasser. Setelah 5 kali pertemuan, beliau mulai menunjukan tanggung jawab dan menjadi lebih semangat dalam bekerja.

 

            Program individu kami yang kelima adalah pendampingan proses produksi dan inovasi produk. Pada program kami kali ini, kami mengusulkan untuk inovasi pada sambal beliau. Beliau hanya punya 1 sambal, yaitu sambal merah biasa. Lalu, kami mengajukan sambal hijau dan sambal bawang dan beliau setuju. Kami menjalankan program ini cukup 1 kali pertemuan. Setelah jadi, kami mencoba untuk menawarkan inovasi sambal ini untuk masyarakat sekitar. Setelah dilihat, ternyata mereka juga tertarik sehingga mereka merasa tidak bosan karena sudah ada pilihan sambal lain.

 

            Program individu kami yang terakhir adalah pengenalan identitas usaha ke masyarakat melalui cap atau stempel. Program terakhir kami ini memerlukan 2 kali kunjungan, kunjungan pertama kami membahas desain dan nama yang akan ada di stempel, kunjungan selanjutnya kami memberikan dan mencoba stempel tersebut. Beliau senang dengan stempel yang kami berikan, karena supaya masyakarat juga lebih tmengetahui dan mengenal usaha " Ayam Geprek Dua Putri ".

           

 

RINGKASAN - MITRA 2 - PENJAHIT IBU SUGIYANTI

 

Mitra kedua kami yaitu Ibu Sugiyanti yang memiliki usaha jahit. Pada mitra kedua ini kami memiliki 8 program, yang terdiri dari 1 program utama, 1 program pendukung dan 6 program individu. Program utama dan program pendukung merupakan tanggung jawab tim KKU kelompok 28 Tambak Mulyo, dan keenam program individu merupakan tanggung jawab masing-masing anggota kelompok 28.

 

            Program utama kami yaitu pengembangan sarana produksi dengan pengadaan mesin itik. Program ini kami lakukan karena melihat adanya pesanan baju yang membutuhkan kancing, sedangkan selama ini Ibu Sugiyanti harus pergi ke tempat mesin kancing agar dapat melubangkan untuk kancing baju tersebut. Hal ini sangat tidak efisien karena jarak yang ditmpuh cukup jauh dan biaya transport jauh lebih mahal dibandingkan dengan biaya jasa lubang kancing itu. Oleh karena itu, dengan adanya program ini diharapkan Ibu Sugiyanti dapat melubangi baju untuk kancing sendiri sehingga biaya dapat diminimalkan dan Ibu Sugiyanti bisa memaksimalkan pendapatannya.

 

            Program pendukung kami yaitu pengenalan mesin baru yang telah diberikan. Mesin yang kami berikan ini tergolong mesin yang modern dan Ibu Sugiyanti belum pernah memakai sebelumnya. Oleh karena itu, kami mengadakan program pengenalan mesin ini yang bertujuan untuk mengajarkan Ibu Sugiyanti mengenai cara penggunaan mesin itik ini. Kami sekelompok bersama-sama mengajarkan kepada Ibu Sugiyanti cara menghidupkan dan mematikan mesin itik dan memberi tahu penggunaannya. Dengan adanya program ini, kami berharap agar Ibu Sugiyanti bisa menggunakan mesin itik ini dengan baik dan lancar.

 

            Program individu kami yang pertama yaitu membuat IUMK ( Izin Usaha Mikro dan Kecil ) . Hal ini dimaksudkan supaya usaha jahit milik Ibu Sugiyanti terdaftar dalam usaha mikro kecil, dan diberi kemudahan jika ingin mengembangkan usahanya dengan cara diberi pinjaman. Dalam proses pembuatan IUMK ini, tidak bisa dalam 1 kali kunjungan, karena harus bertemu bapak RT dan RW untuk meminta surat pengantar, lalu ke kecamatan, kemudian ke kelurahan. Setelah IUMK selesai, kami menyerahkan pada beliau, dan beliau sangat senang dikarenakan beliau sangat ingin memiliki IUMK tapi tidak paham untuk mengurusnya. Dengan adanya IUMK ini, kami berharap agar Ibu Sugiyanti bisa lebih mengembangkan usaha jahitnya sehingga pendapatan yang beliau dapatkan bisa lebih maksimal lagi.

 

            Program individu kami yang kedua adalah meningkatkan media promosi dengan pengadaan MMT sehingga produk dikenal oleh masyarakat. Program kami ini tidak bisa dilakukan 1 kali kunjungan saja, kami melakukan nya 2 kali. Pada kunjungan pertama kami menentukan desain, ukuran, dan nama yang diinginkan oleh beliau. Lalu kami memproses dan menunggu desain, setelah semua selesai maka kami memasang MMT di depan usaha jahit Ibu Sugiyanti. Selain desain MMT untuk usaha jahit milik Ibu Sugiyanti, kami juga mengadakan MMT untuk took kelontong yang dimilikinya. Selama ini, Ibu Sugiyanti juga membuka warung kelontong untuk menambah penghasilan. Oleh karena itu, selain kami membantu usaha jahit milik Ibu Sugiyanti, kami juga membantu mengadakan MMT untuk warung kelontongnya sehingga dua usaha yang dimiliki oleh Ibu Sugiyanti ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat.

 

            Program individu kami yang ketiga adalah mengelola tata letak atau layout khususnya took kelontong untuk meningkatkan efisiensi. Program ini dapat berjalan pada 1 kali kunjungan. Dalam pelaksanaan program ini, kami bersama-sama merapikan warung kelontong milik Ibu Sugiyani karena yang kami lihat, warung kelontong Ibu Sugiyanti terlihat sangat berantakan. Adanya program ini, diharapkan dapat membantu Ibu Sugiyanti sehingga beliau dapat mengontrol barang-barang dengan lebih baik lagi dan tidak tercecer. Selain itu, adanya program ini juga diharapkan dapat menarik minat konsumen untuk datang ke warung kelontong milik Ibu Sugiyanti karena konsumen merasa nyaman dengan tata letaknya yang rapih.

 

            Program individu kami yang keempat yaitu pengembangan operasional usaha dengan pengadaan gantungan baju untuk hasil jahitan dan rak besi untuk warung kelontong. Kami megadakan gantungan baju untuk hasil jahitan karena selama ini Ibu Sugiyanti tidak menunjukkan hasil jahitannya, sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui. Ketika ada orang datang pun, beliau harus mengambil hasil jahitannya dari dalam kamar. Hal ini kami rasa kurang efisien dan kurang menarik minat pengunjung. Oleh karena itu, dengan adanya permasalahan ini kami mengadakan gantungan baju sehingga Ibu Sugiyanti bisa memamerkan hasil jahitannya dan diharapkan dapat menarik minat konsumen. Selain itu, kami juga mengadakan rak besi untuk warung kelontong. Program ini kami lakukan karena Ibu Sugiyanti sangat menginginkan adanya rak besi untuk menata makanan ringan sehingga anak-anak yang datang bisa dengan bebas memilih sendiri jenis makanan yang akan dibeli. Dengan adanya program ini, kami berharap warung kelontong milik Ibu Sugiyanti lebih ramai dikunjungi oleh anak-anak lagi karena mereka dpaat dengan bebas memilih sendiri jenis makanan yang akan dibeli. Hal ini dapat membantu Ibu Sugiyanti pula untuk meningkatkan pendapatan beliau.

 

            Program individu kami yang kelima adalah diversifikasi produk. Adanya program ini, kami lakukan karena melihat produk yang dijual oleh Ibu Sugiyanti hanya baju muslim saja. Oleh karena itu, kami berunding bersama dengan Ibu Sugiyanti mengenai jenis produk yang akan dibuat sebagai diversifikasi produk. Akhirnya, kami bersama Ibu Sugiyanti bersama-sama memutuskan untuk membuat piyama remaja. Kami memberikan contoh model piyama yang dimaksud dan kami bersama-sama mencari kain yang cocok untuk membuat produk ini. Program ini kami lakukan selama tiga kali kunjungan karena program ini tidak bisa jika hanya dilakukan selama satu kali. Dengan adanya program ini, kami berharap Ibu Sugiyanti bisa meneruskan program diversifikasi ini sehingga menarik konsumen dan dapat memaksimalkan pendapatan yang dimiliki Ibu Sugiyanti.

 

            Program individu kami yang terakhir adalah membangun citra produk dengan brand labelling. Kami melihat bahwa hasil jahitan milik Ibu Sugiyanti belum memiliki brand labelling sehingga banyak orang yang belum mengetahui mengenai usaha jahit Ibu Sugiyanti. Setelah kami berdiskusi dengan Ibu Sugiyanti mengenai nama yang akan dibuat, maka akhirnya nama yang dibuat adalah “Yanti’s Fashion”. Adanya brand labelling diharapkan dapat menjadi identitas usaha jahit Ibu Sugiyanti sehingga masyarakat luar Tambak Mulyo pun mengetahui mengenai usaha ini sehingga juga banyak orang yang tertarik untuk datang dan membantu Ibu Sugiyanti memaksimalkan pendapatan.