TENTANG KKU

Melalui Dharma Pengabdian, Tri Dharma Perguruan Tinggi, kehadiran perguruan tinggi, termasuk Unika Soegijapranata Semarang, di samping mendidik generasi muda dalam mempersiapkan dirinya untuk menjadi manusia pembangunan, diharapkan mampu pula membantu pengembangan sosial ekonomi masyarakat, melalui kajian dan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang sesuai. Peranan tersebut secara aktif dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa, yang dikoordinasi secara kelembagaan.

Pengalaman berbagai lembaga pemerintahan dan lembaga swadaya masyarakat dalam mendampingi proses pembangunan masyarakat menunjukkan bahwa dalam mengembangkan usaha ekonomi produktif diperlukan kemampuan untuk memformulasikan pokok permasalahan yang penyelesaiannya dapat memacu tercapainya penyelesaian masalah-masalah yang lain, atau sekurang-kurangnya dapat mengangkat rasa percaya-diri masyarakat.

Konsep-konsep program pemberdayaan masyarakat yang berhasil, umumnya yang bercirikan:

  • sederhana, mudah diterima dan dipahami, dan konsisten,

  • tidak terlalu banyak rantai atau segmen sosial yang terlibat,

  • setiap delik segmen sosial atau ekonomi yang terlibat atau dilibatkan dalam program, dapat diikuti dan dihayati,

  • selalu terbuka sehingga dapat diikuti setiap deliknya,

  • tidak memuat janji diluar kemampuan mereka, dan,

  • setiap bentuk lembaga yang diakibatkan oleh suatu program tidak menjadi pemisah sistem sosial yang telah ada, namun justru harus menjadi bahasa ‘cinta kasih’ untuk memantapkan paguyuban mereka

Penetrasi sosial, ekonomi, atau teknologi yang di luar kemampuan-utuh mereka, atau tidak dapat diikuti mereka pada setiap deliknya, dalam jangka pendek memang sering membuahkan hasil yang atraktif, namun setelah beberapa waktu tidak jarang justru menjadi petaka moral ekonomi masyarakat, oleh sebab transisi sosial, ekonomi, dan budaya, yang tidak seimbang dengan perkembangan psiko-sosialnya. Sesuai dengan rigiditas sosial masyarakat, alih pengetahuan atau teknologi secara klasikal, telah dirasakan banyak pihak sebagai teknik yang tidak efektif. Pelatihan dengan metode andragogi secara berkelompok, langsung pada obyeknya (on the job training), dalam situasi yang serasa tidak sedang dilatih namun sedang bekerja, dan diselenggarakan secara rutin dan runtut, dengan tidak bosan-bosan melihat berbagai macam kesalahan dan kegagalan, dan terus menerus ditunjukkan cara yang benar untuk menghindari kesalahan, telah diakui banyak LSM sebagai teknik pelatihan yang paling baik.

Sebagai masyarakat yang marginalitas ekonominya rendah, menghindari risiko (risk averse) merupakan sifat logis yang umum dijumpai pada masyarakat pedesaan atau perkotaan yang penghasilannya rendah. Sekalipun secara alamiah bapak-bapak atau para suami merupakan pihak yang paling berani melakukan perubahan dengan tidak segan-segan melakukan coba-coba dan salah (trial and error), namun alih teknologi atau penetrasi substansi baru justru lebih berhasil bila diintroduksikan kepada ibu-ibu atau para istri. Perempuan-perempuan Jawa khususnya, dan Indonesia umumnya secara primordial adalah pihak memegang kebijakan keuangan keluarga. Sehingga, sekalipun pada elastisitas yang relatif rendah, keputusan para istri merupakan keputusan yang dianggap aman oleh keluarga.

Program Kuliah Kerja Usaha (KKU) sebagai salah satu alternatif pilihan untuk menempuh Matakuliah Pengabdian pada Masyarakat, merupakan suatu wahana penyaluran pengabdian akademis yang dilakukan secara terfokus pada suatu kelompok masyarakat produktif seperti tersebut di atas. Program KKU tersebut sesungguhnya adalah pengembangan dari program pengabdian akademik yang populer dikenal dengan nama Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pengembangan KKN dalam bentuk program KKU terutama tampak pada penyatuaan antara pembelajaran pengabdian dengan penerapan ilmu sejauh yang telah ditempuh mahasiswa dan didukung pula dengan koordinasi muatan akademis secara terukur. Dan, dalam prosesnya program KKU juga dilaksanakan secara intrakurikuler akademis. Dengan demikian, proses pembelajaran pengabdian mahasiswa tidak sekedar terfokus pada bagaimana mahasiswa mempunyai kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat, tetapi juga diarahkan pada kemampuan mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan keilmuan yang dimiliki bagi kepentingan masyarakat.